Madrasah Era Revolusi Industri 4.0

06 April 2019 Berita

Jakarta, Sabtu (26/1). Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D., hadir dan menjadi Keynote Speaker pada acara seminar dan workshop yang diselenggarakan oleh Madrasah Pembangunan UIN Jakarta dalam rangka perayaan ulang tahun ke-45 MP UIN Jakarta. Hadir pula Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Murodi, M.Ag., Jajaran Pimpinan MP UIN Jakarta, para tamu undangan dari Kementerian Agama, pembicara seminar: Bahrul Hayat, Ph.d (Transformasi Madrasah di Era Revolusi Industri 4.0), Herwin Hamid, M.Pd (Peran Guru di Revolusi Industri 4.0), Sayed Haidar, Ph.D (The Role of Educational Technology) dan Setiyo Iswoyo (Motivasi Pendidikan), peserta Seminar dan Workshop se-Jabodetabek, serta moderator seminar Ervan Nurtawab, Ph.D (Alumni MTs Pembangunan UIN Jakarta, Dosen IAIN Metro Lampung).  


Bapak Anies Baswedan bersama Narasumber dan Pimpinan MP

Seluruh peserta begitu antusias menyimak paparan Anies Baswedan seputar tantangan dan kebutuhan madrasah di era Revolusi Industri 4.0. Untuk memahami tantangan ini, Anies Baswedan mengajak seluruh peserta untuk menjawab dua pertanyaan yang beliau bacakan langsung yaitu mengenai perkalian 7 x 6 dan membuat sebuah kalimat yang berima. Dari simulasi ini peserta semakin paham bahwa tantangan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 adalah berupa kreativitas dan inovasi. Hal ini beliau sampaikan setelah menyimak jawaban yang berbeda-beda yang dibacakan oleh beberapa peserta workshop dan seminar. "Selain kreativitas dan inovasi, tantangan dan kebutuhan madrasah di era Revolusi Industri 4.0 adalah berpikir kritis. Hal ini harus dimiliki peserta didik karena mampu menjadi benteng dalam menangkal berbagai variasi ekstrimisme dalam kehidupan," ungkap Anies Baswedan.

Anies Baswedan juga menyampaikan bahwa madrasah dan keluarga harus bekerjasama untuk menanamkan karakter moral, kinerja, kompetensi abad 21 serta kompetensi dasar literasi agar peserta didik mampu menghadapi era Revolusi Industri 4.0. “Tentu hal ini dikuatkan dan didukung dengan pendidikan islam. Di antaranya adalah akidah, akhlak dan syariah. Dalam proses pembelajaran di madrasah, peserta didik pun harus dipastikan memperoleh pembelajaran yang relevan dengan kehidupan dan memiliki ragam pilihan tantangan yang bermakna dalam kehidupan,” tambahnya. Anies Baswedan menjelaskan bahwa, semua  ini akan terwujud jika madrasah dirancang untuk membahagiakan para peserta didik. Ada pun indikator peserta didik bahagia, menurutnya, adalah saat peserta didik merasa senang hati ketika berangkat ke madrasah, senang hati berada di madrasah, dan berat hati ketika pulang dari madrasah.


Yuk Lihat Videonya Klik Disini "Madrasah Era Revolusi Industri 4.0"

Sebagai penutup, Anies Baswedan menyampaikan bahwa Madrasah Pembangunan UIN Jakarta memiliki syarat untuk menjadi madrasah yang mampu berkiprah di abad 21. Di antaranya adalah memaksimalkan sebaran alumni yang berkiprah di berbagai bidang, menjaga learning spirit yang dimiliki para pengajar, memaksimalkan posisi strategis MP yang berada di Ibu Kota, serta mampu mengembangkan sarana dan prasarana yang telah dimiliki. Selamat ulang tahun ke-45 Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, terus jaya dan memberi banyak manfaat bagi kehidupan. [dn]

© 2015 Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. All rights reserved.