Mendidik dengan Hati dan Sepenuh Hati

12 November 2016 Artikel

Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kita dapat memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ke-71 negara kita, Republik Indonesia, yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan.

Saat ini kita semua berkumpul, merayakan 71 tahun kemerdekaan bangsa kita tercinta. Dimanapun kita berada, Sang Merah Putih berkibar dengan gagah. Dan kita menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, mengiringi pengibaran bendera. Sebuah lagu kebangsaan yang syairnya mencerminkan gelora kerakyatan dan iramanya membangkitkan semangat luhur bangsa merdeka.

Para peserta upacara semua, mari kita lihat dengan seksama Sang Merah Putih yang sudah berada di puncak tiang bendera. Mari kita camkan. Hari ini, kita hanya perlu beberapa menit saja untuk membuat Sang Merah Putih sampai di puncak dan berkibar dengan anggun. Akan tetapi para Perintis Kemerdekaan untuk membuat Sang Merah Putih sampai di puncak memerlukan waktu puluhan tahun. Mereka hibahkan waktu, pikiran, tenaga, bahkan nyawa agar Sang Merah Putih bisa sampai di puncak dan berkibar di tanah tumpah darah kita.

Bendera Merah Putih berkibar bukan karena pemberian, kibaran Sang Merah Putih adalah cerminan perjuangan, ia menandai kristal cemerlang dari keringat jutaan manusia merdeka di Nusantara ini. Sebuah tanda bahwa Ibu Pertiwi telah melahirkan generasi Perintis Kemerdekaan yang membuat kita semua kini bisa hidup di alam merdeka.

Kemerdekaan digagas dan diperjuangkan bukan hanya untuk menggulung kolonialisme, tetapi juga untuk menggelar kesejahteraan, menggelar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kini giliran kita untuk meneruskan kerja sejarah bangsa ini. Apalagi bagi kita yang berada di dunia pendidikan. Tanggung jawab kita semua yang berada di dunia pendidikan adalah menuntaskan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Keterdidikan adalah kunci penting untuk meraih kemajuan bangsa dan untuk membuat bangsa kita lebih dari sekadar sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Ibu Bapak Guru dan karyawan MP, mari kita perbaiki dan mantapkan ikhtiar kita dalam mendidik dengan hati dan sepenuh hati di Madrasah Pembangunan dengan keunggulan proses dalam pembelajarannya, agar kita bisa memastikan anak-anak kita memiliki ketrampilan utuh yang dibutuhkan di abad 21 ini, mereka harus memiliki kualitas karakter yang seimbang antara karakter moral dan kinerja, memiliki kemampuan literasi yang tidak sekedar calistung, dan mereka juga harus memiliki kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi agar mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur di zamannya.

Anak-anakku, peserta didik TK, MI, MTs dan MA yang saya banggakan, Bung Karno, Bung Hatta, dan para Perintis Kemerdekaan itu adalah anak-anak muda terdidik. Mereka menggunakan keterdidikannya untuk mendorong kemajuan bangsa. Kalian anak-anak muda juga, kalian terdidik juga dan kalian juga punya kesempatan yang sama untuk menorehkan sejarah di Republik ini. Hari ini kalian merayakan 71 tahun Indonesia merdeka, harap dicamkan baik-baik bahwa saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan maka kalianlah yang akan memimpin dan mengelola perjalanan bangsa ini. Untuk itu, belajarlah dengan keras, tuntas dan sepenuh hati, bersiaplah dari sekarang... Bawalah Indonesia kita ini ke puncak kecemerlangan baru.