 Cendera mata Lukisan Tanah Lot Beberapa waktu lalu, rombongan dari MTs Negeri Amlapura, Bali, yang berjumlah 40 orang berkunjung untuk bersilaturahmi dan melihat secara langsung aktivitas dan pengelolaan Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Rombongan diterima oleh Direktur, Wakil Direktur, Kepala MTs, dan para wakil kepala MTs. di Aula Andalusia.
Madrasah Pembangunan UIN Jakarta selalu membuka pintu lebar-lebar, mempersilakan tamu yang akan berkunjung baik rombongan maupun perorangan. Umumnya mereka yang berkunjung adalah para guru atau pengelola madrasah dengan maksud studi banding.
Seperti tamu-tamu yang lain, rombongan dari Bali ini menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan peserta didik, kurikulum, dan kiat-kiat pengelolaan madrasah sehingga menjadi madrasah yang besar seperti yang mereka lihat.
Kepada para tamu yang berkunjung, Pimpinan Madrasah Pembangunan selalu menyampaikan bahwa Madrasah Pembangunan UIN Jakarta berawal dari sebuah lembaga pendidikan yang tidak diminati oleh masyarakat. Para pimpinan terdahulu harus door to door mengajak masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di Madrasah Pembangunan. Dengan selalu mengupayakan perbaikan dan peningkatan kualitas baik SDM maupun sarana dan prasarana, lambat laun Madrasah Pembangunan mulai dikenal dan dipercaya oleh masyarakat hingga seperti sekarang ini.[s]
|