MENU UTAMA
HOME
MUKADIMAH
VISI - MISI
SEJARAH
KURIKULUM
FASILITAS
ORGANISASI
GALLERY
KONTAK
PPDB
IBTIDAIYAH
TENAGA PENDIDIK
PESERTA DIDIK
PENYALURAN LULUSAN
EKSTRAKURIKULER
PRESTASI
TSANAWIYAH
TENAGA PENDIDIK
PESERTA DIDIK
PENYALURAN LULUSAN
EKSTRAKURIKULER
PRESTASI
A L I Y A H
TENAGA PENDIDIK
PESERTA DIDIK
PENYALURAN LULUSAN
EKSTRAKURIKULER
PRESTASI
PENGUMUMAN
Informasi PPDB
Polls
Perlukah sekolah memiliki sertifikat ISO?
  
Login Form
Username

Password

Remember me
Forgotten your password?
No account yet? Create one
HOME arrow HOME

WASPADAI GAMES ONLINE
Image
Penghancuran generasai sejak lama dimulai

Penghancuran generasi telah dimulai, bahkan sudah sejak lama, tanpa kita sadari. Otak anak-anak yang notabene penerus generasi yang akan datang telah dirusak melalui pornografi. Ironisnya para orang tua tidak menyadari keadaan ini.

Hal ini terungkap dalam Seminar Sehari "Dahsyatnya Kerusakan Otak dan Jiwa Anak Akibat Kecanduan Pornografi" dengan narasumber Dra. Elly Risman, M.Psi. di Ruang Teater Fak. Psikologi UIN Jakarta, Selasa 27 September 2011.

Elly Risman membeberkan data-data dan fakta bagaimana pornografi disusupkan ke otak anak-anak melalui games online, komik, PS, film, sinetron, kartun, dll. Anak-anak seusia kelas 4, 5, dan 6 SD menjadi sasaran strategis. Mereka dimanjakan dengan berbagai kesenangan yang menghancurkan otak dan jiwanya.

Image
Elly Risman di hadapan peserta seminar

"Begitu banyak anak-anak yang ber ayah tiada dan ber ibu tiada. Mereka mempunya orang tua, tetapi luput dari kasih sayang dan perhatian" demikian disampaikan Elly Risman. Para orang tua lebih sering menganggap memenuhi permintaan anak-anak mereka merupakan wujud kasih sayang mereka.

Warnet, tempat penyewaan PS, dan handphone bukan hal yang asing, bahkan sampai ke pelosok desa. Anak-anak begitu cepat mengakrabi media-media itu. Ironisnya, para orang tua jauh tertinggal sehingga tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh anak-anak mereka. "Jarak antara orang tua dan anak tidak dapat diukur dengan bilangan kilometer. Fisik mereka bisa jadi begitu dekat, tapi apa yang ada diotak mereka bisa terbentang jarak yang sangat jauh" demikian tandas Elly Risman.

Bunda Elly berpesan agar para orang tua benar-benar tahu pasti ke mana anak-anak mereka pergi, apa yang mereka lakukan dan dengan siapa anak-anak mereka bergaul. Orang tua tidak boleh begitu saja percaya pada kata-kata anak tanpa memperlihatkan kecurigaan sebagai bentuk kewaspadaan dan kontrol serta tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak.[s]

Copyright 2005 @ Madrasah Pembangunan UIN Jakarta